Ketika Pertolongan Allah Diganti Adzab

Setiap umat manusia di sepanjang zaman, sudah pernah mendapatkan peringatan dari Allah melalui para utusanNya. Akan tetapi masyarakat yang diperingatkan terhadap kebaikan itu seringkali menyepelekan atau bahkan bertindak aniaya. Maka terhadap orang-orang semacam ini Allah tidak segan-segan menimpakan adzab. Untuk mendatangkan adzab bagi mereka, Allah tidak perlu mengirim pasukan yang besar. Hanya dengan satu lengkingan suara saja orang-orang dlalim itu tewas semua. Demikian yang pernah terjadi pada zaman Nabi Isa a.s, sesudah Habib an-Najjar dibunuh oleh penduduknya yang tidak mau diajak ke jalan yang lurus. Al- Quran merekam kejadian tersebut dalam ayat berikut : Dan Kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan saja. Maka tiba-tiba mereka semuanya mati. (Q.S.Yasin 28-29 )
Dengan gagah perkasa orang-orang dlalim menantang para utusan Allah. Akan tetapi hanya dengan satu lengkingan suara berupa letusan gunung, mereka semua mati. Gunung yang dimaksud adalah Gunung Vesuvius di daerah Pompey Itali, yang meletus pada tahun 79 sesudah kelahiran Nabi Isa a.s. Menurut catatan sejarah, betapa dahsyat suara yang ditimbulkan oleh letusan tersebut. Sehingga dengan mendengar suaranya saja, sudah banyak orang yang tewas. Lahar panas yang kemudian disemburkannya, menyempurnakan hancurnya kehidupan di kota Pompey, dan menutupi seluruh bangunan yang ada. Selama kurang lebih 17 abad, kota ini tertutup oleh lahar, karena pada tahun 1748 orang-orang mulai mengeruk tanah dan lahar yang menyelimuti seluruh bagian kota. Ternyata semuanya masih utuh, sehingga menjadi bukti nyata keagungan Allah. Bukti-bukti kemaksiatan para penduduknya terkuak dengan nyata, antara lain berupa perilaku seks bebas yang menjijikan. 


Asal Mula Nama 'Bluetooth' dan 'Lambangnya'

Nama "Bluetooth" berasal dari nama seorang raja di akhir abad 10.

"Harald Blatand" yang di Inggris juga dijulukì Harald Bluetooth, kemungkinan karena memang giginya berwarna gelap.

Ia adalah raja Denmark yang telah berhasil menyatukan suku-suku yang sebelumnya berperang, termasuk suku dari wilayah yang sekarang bernama Norwegia dan Swedia.

Bahkan wilayah Scania di Swedia, tempat teknologi bluetooth ini ditemukan juga termasuk daerah kekuasaannya.

Kemampuan raja itu sebagai pemersatu juga mirip dengan teknologi bluetooth sekarang yang bisa menghubungkan berbagai peralatan, seperti komputer personal dan ponsel.

Sedangkan logo bluetooth berasal dari penyatuan dua huruf Jerman yang analog dengan huruf 'H' dan 'B' (singkatan; Harald Bluetooth), yaitu (Hagall) dan (Berkanan) yang kemudian digabungkan.

Sejarah awal mula dari bluetooth adalah sebagai teknologi komunikasi wireless (tanpa kabel) yang beroprasi dalam pita frekuensi 2,4 GHz unlicensed ISM (Industrial, Scientific and Medical) dengan menggunakan sebuah frequency hopping tranceiver yang mampu menyediakan layanan komunikasi data dan suara secara real time antara host-host bluetooth dengan jarak jangkauan layanan yang terbatas (sekitar 10 meter).

Bluetooth berupa card yang menggunakan frekuensi radio standar IEEE 802.11 dengan jarak layanan yang terbatas dan kemampuan data transfer lebih rendah dari card untuk Wireless Local Area Network (WLAN).

Pembentukan bluetooth dipromotori oleh 5 perusahaan besar: Ericsson, IBM, Intel, Nokia dan Toshiba.
Membentuk sebuah Special Interest Group (SIG) yang meluncurkan proyek ini.

Pada bln Juli 1999 dokumen spesifikasi bluetooth versi 1.0 mulai diluncurkan.

Pada bln Desember 1999 dimulai lagi pembuatan dokumen spesifikasi bluetooth versi 2.0 dengan tambahan 4 promotor baru, yaitu; 3Com, Lucent Technologies, Microsoft, dan Motorola.

Saat ini, lebih dari 1.800 perusahaan di berbagai bidang bergabung dalam sebuah konsorsium sebagai adopter teknologi bluetooth.

Hutan Sumatera Terancam Punah

Bila kita amati dan cermati,..
Hutan di Sumatera mulai dari pesisir pantai barat NAD hingga Lampung, kondisinya saat ini memang sangatlah memperihatinkan.

Bahkan,. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) dapat menyimpulkan bahwa, kerusakan hutan di Sumatera rata-rata seluas 500.000 ha/tahun.

Walaah,..tentunya ini suatu angka yang bukan main-main !!

Jika kita lihat kondisi hutan kita saat ini, maka kita sama-sama dapat memprediksikan bahwa 5 tahun mendatang hutan Sumatera akan terancam punah.

Inilah akibat tingginya laju deforestasi atau pengalihan fungsi hutan produksi ke lahan perkebunan serta Hutan Tanaman Industri (HTI).

Jadi suatu hal yang wajarlah jika pada musim hujan, banjir dan longsor datang menghampiri. Akibat dari daerah-daerah resapan air nyaris sudah tidak ada.

Namun kebalikan nya. Jika musim kemarau tiba, sungai-sungaì mengalami pendangkalan yang berujung pada kekeringan yang sangat luar biasa..!!

Sebenarnya, kerusakan hutan terjadi bukan hanya di Sumatera saja sih,. Namun sudah merata di seluruh Indonesia, seperti; Kalimantan, Sulawesi, dll.

Mungkin diantara kita ada yang bertanya,. "Kenapa sih kok hal ini dibiarin terus terjadi..?!"

Yach,.semua ini, akibat multi dimensi mulai dari tatanan ekonomi, politik, sosial, dan budaya.

Dan kita sebagai rakyat cuma bisa berharap, agar pemerintah jangan terlalu ceroboh jika menerima bantuan dana asing yang faktanya itu hanya pinjaman.

Menerima bantuan dan pinjaman asing perlu kehati-hatian, sebab selalu ada kepentingan positif dan negatifnya.

Nah..kembali pada judul kita diatas, maka dibutuhkan jaminan pemerintah untuk melakukan restorasi atau membangun penghijauan hutan kembali yang butuh waktu hampir 500 thn.

Pikir-pikir,..kasihan juga anak, cucu, bahkan cicit kita ya ?! Mereka lahir juga belum, sementara tugas telah menantì.

CO.CC:Free Domain