Pembelajaran 'Speaking' dan 'Writing' Melalui Drama

Kemampuan berbicara (speaking) dan menulis (writing) dalam pelajaran bahasa Inggris merupakan dua kemampuan yang hampir sama sulitnya dirasakan oleh sebagian besar siswa di sekolah.

Kesulitan speaking biasanya disebabkan:

1. Sulitnya mengungkapkan ide secara lisan. Sehingga siswa bingung untuk berbicara.

2. Terbatasnya kosakata (vocabulary), sehingga siswa sulit berbicara lancar dan lama.

3. Terbatasnya kemampuan tata bahasa (grammar). Sehingga sulit berbicara dengan aturan yang benar.

4. Terbatasnya melafalkan kata-kata (pronounciation). Sehingga sulit mengucapkan kata yang diucapkannya dengan benar.

5. Kurangnya keberanian untuk berbicara karena takut salah.

Demikian pula dalam menulis (writing) pada dasarnya mempunyai penyebab yang hampir sama dengan berbicara (speaking). Hanya bedanya pada masalah lisan dan tulisan.

Agar para siswa dapat berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris, bisa dicoba pembelajaran melalui drama.

Tekhnis pelaksanaannya dapat mencoba sbb:

a. Terlebih dahulu menerangkan semua hal yang berkaitan dengan drama. Mulai dari cara membuat naskah, setting panggung, dll.

b. Membagi siswa dalam kelompok. Setiap kelompoknya terdiri atas 5-6 orang secara heterogen berdasarkan kemampuan.

c. Setiap kelompok di tugaskan membuat drama yang temanya bebas, dan durasi drama maksimal 10 menit. Serta setiap anak dialognya minimal 5 dialog.

Masing-masing kelompok setiap minggunya harus berkonsultasi tentang hasil tulisannya.

Naskah yang sudah di konsultasikan dan diperiksa oleh guru, dikembalikan pada siswa untuk diperbaiki dan di tulis ulang.

Penilaian speaking dilakukan secara individual dengan aspek-aspek penilaian:

*. Intonasi (intonation)
*. Pengucapan (pronounciation)
*. Tata bahasa (grammer)
*. Kelancaran bicara (fluency), dan
*. Gaya bicara (diction).

Sedangkan penilaian writing dilakukan secara kelompok, dengan aspek penilaian:

*. Kemampuan mencurahkan ide / gagasan.
*. Tata bahasa (grammer)
*. Kosakata (vocabulary), dan
*. Tanda baca (punctuation)

Metode ini telah diterapkan oleh SMAN-1 Cimahi, dan ternyata para siswanya memiliki kemampuan yang sangat baik.

16 comments:

Senopatiaji said...

its great ide mas !
thanx..

fredi said...

menurur saya, artikel ini sangat membantu para siswa untuk menambah pengetahuan.

Lia said...

menurut saya, pembelajaran speaking and writing melalui drama sangat bagus dan membantu para siswa-siswi sman 2 cikarang utara untuk belajar lebih giat lagi.

nur hidayah said...

NUR beRkaTa seTuju...

MenuRut Saya aRtiKel ini saNgat
baGus daN membeRikan wawasan
daN pengetaHuan baGi SisWa.

Ropikoh said...

RoPikOh beRkaTa...

mEnuRut saya dengan adanyaspeaking n writing sangat bagus untuk pembelajaran bagi siswa,,,khususnya SMA N 2 CIKUTRA

Helmi yati said...

Menurut saya artikel ini sangat bagus dan menambah wawasan,,,

abibah said...

bib berkata...
menurut saya artikel ini bagus karena bisa menambah ilmu pengetahuan kita.

nurlela said...

nurlela berkata....
artikel ini, sangat bagus untuk di pelajari khususnya bagi siswa SMAN 2 CIKUTRA. . Agar mereka bisa menambah ilmu dan wawasan mereka.

bonih said...

bonih berkata..
menurut saya artikel ini bagus karena dapat menambah wawasan.

fahrie said...

nama saya muhammad fachri mumpuni kelas x1, menurut saya blog ini sangat berguna dan bermanfaat.

Dhani said...

menurut saya artikel bapak ttg pembelajaran 'speaking' dan 'writing'sudh ckup bagus dan membantu agar siswa lebih mengetahui keadan lingkungan,tapi tampilannya kurang menarik..

Dani IPA.1

Aep yeuh said...

Artikel ttg pembelajaran 'speaking' dan 'writing' melalui dramanya bagus pak! tapi kenapa tidak dilaksanakan disekolah kita juga? dan kalau bisa tampilan blognya dibuat lebih menarik lagi!

aep ipa 1

Sudirman said...

Menurut saya,artikelnya sudah cukup bagus,hanya dalam tampilannya saja yang kurang menarik..

ganjar said...

artkel bapak yang"speaking&writing"bagus,tapi ini kan udah terbukti berhasil di beberapa skl,knapa gak di terapin aja di skl kita dengan begitu anak -anak bisa lebih berkreatif & berimajinasi,ya kan pak!

ach ganjar n(ipa 1)

cory said...

menurut saya,
ada 1 hambatan lagi dari kurangnya kemampuan siswa berbahasa inggris, yaitu dukungan dari guru pengajarnya. guru pengajar yang terampil tentunya tahu bagaimana caranya agar siswa dapat dengan cepat menyerap pelajaran serta dapat belajar dengan menyenangkan. dan sebaiknya sekolah juga dapat dengan cermat memilih guru pengajar yang memiliki kualitas baik dalam mengajar. "cory XI IPA "

.:: Slamet Budiarto ::. said...

Kemampuan bahasa asing memang penting terlebih pd era informatika n globalisasi.